ADPK

Beranda » MPR R.I » Sosialisasi Melalui Seni Budaya Menambah Kuat Rasa Cinta Tanah Air

Sosialisasi Melalui Seni Budaya Menambah Kuat Rasa Cinta Tanah Air

Daftarkan email disini agar anda ternotifikasi bila ada informasi dan kabar terbaru dari https://adpk.wordpress.com

Bergabunglah dengan 19 pengikut lainnya

Sosialisasi Melalui Seni Budaya Menambah Kuat Rasa Cinta Tanah AirJEPARA- Dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika),  MPR RI bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jepara menyelenggarakan sosialisasi melalui pagelaran seni budaya wayang kulit bersama dalang Ki Sasmito Cokro dengan lakon “Wahyu Manunggaling Cipto” di alun-alun Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (19/8).

Masyarakat pecinta wayang di kota ‘Bumi Kartini’ ini sangat antusias sekali berdatangan ke alun-alun Jepara untuk menyaksikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui pagelaran seni budaya wayang kulit yang juga dihadiri oleh anggota MPR RI, antara lain: Daryatmo Mardiyanto (Fraksi PDI Perjuangan), Bowo Sidik Pangarso (Fraksi Golkar), Abdul Wachid (Fraksi Gerindra), Mukhlisin (Fraksi PPP), dan Muhammad Afnan Hadikusumo (Kelompok DPD di MPR RI). Sedangkan dari pemerintah daerah hadir Bupati Kabupaten Jepara Ahmad Marzuqi. Kapolres, Dandim, serta jajaran Forkopimda dan SKPD Kabupaten Jepara.

Ketua panita pelaksana Drs. Purwadi, menyampaikan kegiatan ini murni untuk sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan sesuai dengan Inpres No. 5 Tahun 2006 yang mengintruksikan semua Pemda untuk mendukung dan membantu kegiatan sosialisasi ini yang tujuan dari pementasan seni budaya wayang kulit ini adalah untuk melakukan reaktualisasi terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam rangka Internalisasi pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat, khususnya melalui pagelaran seni budaya tradisional dan juga sebagai salah satu bentuk apresiasi sekaligus langkah konkret  dan nyata MPR RI dalam upaya melestarikan warisan budaya tradisional, khususnya wayang kulit.

Bupati Kabupaten Jepara Ahmad Marzuqi. dalam sambutanya mengungkapkan setelah  kita merayakan hari kemerdekaan ke 71, marilah kita mengisinya dengan hal yang positif  dan   sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini harus kita lakukan bersama sehingga rasa cinta pada tanah air semakin kuat, dan sosialisasi ini harus dilakukan terus menerus sehingga para peserta nanti bisa menyampaikan dan menularkan pesan-pesan yang disampaikan dalam alur cerita pagelaran ini pada semua lapisan masyarakat.

Ahmad selanjutnya mengucapkan terimakasih pada MPR RI yang telah memilih Jepara untuk melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan berharap agar generasi muda menyadari bahwa seni budaya wayang itu merupakan asli Indonesia yang menjadi tontonan dan tuntunan  agar generasi muda lebih mencintai budaya sendiri, sehingga rasa cinta tanah air semakin kuat.

Daryatmo Mardiyanto mewakili Pimpinan MPR RI dalam sambutanya menegaskan sosialisasi Empat Pilar melalui metode seni budaya ini lebih disukai masyarakat dan sudah dilaksanakan sejak tahun 2005 hampir di seluruh wilayah tanah air. Dan diharapkan menjadi tuntunan untuk segenap warga bangsa yang muaranya kita harapkan menjadi tatanan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dan Daryatmo menyampaikan bahwa pada tanggal 1 Juni 2015 lalu saat memperingati Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Alun-alun Blitar, Ketua MPR telah mencanangkan Gerakan “Ini Baru Indonesia” yang pada hakikatnya ingin mengingatkan, membangkitkan dan membumikan kembali pada nilai-nilai luhur Pancasila.

MPR RI juga menyelenggarakan acara yang sama pada 1 Juni 2016 yang lalu, bertempat di Gedung Merdeka Bandung. Pada acara itu Presiden Jokowi menadatangani Keppres No. 24 Tahun 2016 tentang penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan juga ditetapkan sebagai hari libur nasional dan dalam mensosialisasikan Empat Pilar ini Daryatmo menyampaikan pada pemerintah untuk tidak mengurangi anggaran sosialisasi ini karena masyarakat sangat membutuhkannya agar Pancasila tidak luntur dan tetap membumi ditengah masyarakat Indonesia tegas, Daryatmo.

Tepat pukul 21.00 WIB pagelaran wayang dengan lakon “Wahyu Manunggaling Cipto” mulai ditandai dengan penyerahan tokoh wayang oleh Daryatmo Mardiyanto kepada dalang Ki Sasminto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: