ADPK

Beranda » Kemenristek Dikti » Program Profesi Keinsinyuran Mulai 2017

Program Profesi Keinsinyuran Mulai 2017

Daftarkan email disini agar anda ternotifikasi bila ada informasi dan kabar terbaru dari https://adpk.wordpress.com

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

Madiunpos.com, JAKARTA–Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Diki) Mohamad Nasir menargetkan program studi profesi keinsinyuran yang dimandatkan pada 40 perguruan tinggi mulai berjalan di tahun ajaran 2016/2017.

Daftar PT yang di beri mandat 40 Perguruan Tinggi yang di tunjuk sebagai perintis Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PS PPI) terpilih dari 26 PTN dan 14 PTS:

Ke-26 PTN yang ditunjuk :

1. ITB Bandung
2. UGM Yogyakarta
3. IPB Bogor
4. UI Jakarta
5. ITS Surabaya
6. UB Malang
7. Univ Sebelas Maret Surakarta
8. Undip Semarang
9. Unhas Makassar
10. Univ Andalas
11. Univ Negeri Malang
12. Univ Negeri Yogyakarta
13. Univ Riau
14. Univ Lampung
15. Univ Sriwijaya
16. Univ. Negeri Medan
17. Univ Jambi
18. Univ Pattimura
19. Univ Mataram
20. Univ Sumatera Utara Medan
21. Univ Udayana Bali
22. Univ Mulawarman Kaltim
23. Univ Lambung Mangkurat Kalsel
24. Univ Syah Kuala Nanggro Aceh
25. Univ Sam Ratulangi Menado
26. Univ. Jember

PTS yang ditunjuk :
1. Universitas Kristen Petra Surabaya
2. Univ Sanata Dharma Yogyakarta
3. Univ Katolik Parahyangan Bandung
4. Univ Muhammadiyah Malang
5. Univ Katolik Widya Mandala Surabaya
6. Univ Islam Bandung
7. Univ Katolik Indonesia Atmajaya Jakarta
8. Univ Muslim Indonesia Makassar
9. Univ Katolik Soegijapranata Salatiga
10. Univ Bina Nusantara Jakarta
11. Univ Muhammadiyah Surakarta
12. Univ Islam Malang
13.. Univ Muhammadiyah Yogyakarta
14. Univ Trisakti Jakarta

 

“Saya berharap pada penerimaan mahasiswa baru 2016/2017 program profesi keinsinyuran ini sudah mulai diberlakukan,” kata Nasir seusai memberikan mandat profesi keinsinyuran pada 40 perguruan tinggi di Jakarta seperti dilansir Antara, Rabu (13/4/2016).

Nasir menyebut profesi keinsinyuran merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini untuk memenuhi jumlah permintaan profesi insinyur di lapangan. Selain itu, sertifikasi profesi insinyur untuk anak negeri juga sangat diperlukan guna bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berlangsung di Indonesia.

Nasir mengungkapkan akan mengeluarkan peraturan menteri terkait profesi keinsinyuran untuk melengkapi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Keputusan tersebut diambil untuk langkah awal sambil menunggu presiden mengeluarkan peraturan presiden atau peraturan pemerintah dalam mendukung UU Keinsinyuran yang disahkan pada 2014.

Setelah itu, jelasnya, lanjut dia, langkah yang harus dilakukan ialah dengan membentuk organsiasi profesi keinsinyuran di perguruan tinggi agar dapat dimasukkan ke dalam struktur organisasi.

“Dengan munculnya profesi baru, apakah harus membentuk lembaga terpisah dari fakultasnya atau seperti apa itu diserahkan pada perguruan tinggi masing-masing,” kata Nasir.

Dia juga menekankan kepada perguruan tinggi untuk menjaring para sarjana teknik agar mengikuti program profesi keinsinyuran guna mendapat kompetensi dari organisasi profesi.

Kementerian Ristek dan Dikti mengarahkan 40 perguruan tinggi negeri atau swasta untuk menjalankan program profesi keinsinyuran. Program tersebut akan menjadikan para sarjana teknik mendapat sertifikat profesi sebagai insinyur. Profesi insinyur tersebut sama halnya seperti program profesi lain seperti akuntan, psikolog, dokter, apoteker, dan lain-lain.

Baca juga:

ATURAN BARU: Kuliah Dulu Setahun, Baru Dapat Gelar Ir

Kamis, 14 April 2016 , 08:16:00

JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan dibukanya program studi (prodi) program profesi insinyur (PPI), kemarin (13/4).

Sebagai permulaan hanya ada 40 kampus yang mendapatkan izin membuka prodi ini. Langkah ini dilakukan menyusul ketentuan baru bahwa untuk menjadi insinyur sekarang sudah ada jalur pendidikan formalnya.

Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Patdono Suwignjo mengatakan prodi profesi insinyur ini sama dengan profesi dokter maupun profesi guru.  ’’Ditemphh setelah menyelesaikan pendidikan sarjana empat tahun,’’ katanya di kantor Kemenristekdikti Jakarta kemarin.

Patdono mengatakan lama kuliah prodi profesi insinyur itu dua semester atau satu tahun. Dia menjelaskan lulusan sarjana teknik belum mendapatkan gelar Ir (insinyur). Gelar yang didapatkan baru sarjana teknik (ST). Dosen ITS Surabaya itu mengatakan regulasi baru pembukaan prodi profesi insinyur merujuk pada UU 11/2014 tentang Keinsinyuran.

Dewan Pakar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Djoko Santoso mengatakan prodi profesi insinyur nantinya bersifat umum. Materi yang dipelajari tentang keinsinyuran. Seluruh cabang atau rumpun disiplin ilmu fakultas teknik, nanti melanjutkan ke prodi profesi insinyur.

’’Gelar Ir (insinyur, red) yang dipakai sekarang itu asal tempel. Gelar Ir yang sebenarnya nanti kalau sudah lulus profesi insinyur,’’ kata mant an Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu. Dia menuturkan untuk stok dosen, kampus bisa bekerjasama dengan PII. Namun dalam prakteknya dosen-dosen teknik umumnya anggota PII.

Djoko menjelaskan keterlibatan PII sebagai organisasi profesi di dalam prodi profesi insinyur sangat penting. Sebab PII lebih mengetahui dengan detail perkembangan terkini keinsinyuran di lapangan kerja. Sehingga lulusan prodi profesi insinyur lebih siap terjun ke lapangan setelah lulus.

Kampus-kampus yang diberi kesempatan membuka prodi profesi insinyur diantaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Brawijaya (Unibraw).

Sejumlah kampus swasta juga mendapatkan akses mendirikan prodi profesi insinyur. Seperti Universitas Kristen Petra, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Islam Malang, Universitas Trisakti, dan Universitas Bina Nusantara. (wan, jpnn)

UMI Jadi Penyelanggara Pendidikan Profesi Insinyur

14 April 2016

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menjadi salah satu dari 40 perguruan tinggi perintis pembukaan program studi pendidikan profesi insinyur (PS PPI).

Mandat perintis pembukaan PS PPI diserahkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof Muhammad Nasir di Aula lantai III, Gedung Kemristek Dikti, Jl Pintu 1, Senayan Jakarta.

Dari 40 perguruan tinggi (PT) yang ditugaskan sebagai PS PP dari Kemristek Dikti, hanya empat PT di Indonesia Timur. Mereka, UMI, Unhas, Unpatti dan Universitas Sam Ratulangi Menado.

UMI Makassar yang beralamatkan di Jl Urip Sumoharjo Makassar adalah satu-satunya perguruan tinggi suwasta (PTS) di Indonesia Timur dari 16 PTS di seluruh Indonesia.

Sifat kurikulum PPI dan sistem kredit semester bermuatan 24 SKS dan lebih 70 persen dilapangan atau tempat kerja dengan pembimbing magang.

Maksimal 30 persen tatap muka di ruangan atau kelas dengan dosen pembimbing dengan durasi pelaksanaan PPI satu sampai dua semester.

Program PS PPI sebagai tindaklanjut dari amanah UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran dan Pendidikan Profesi Insinyur

Staf pengajar PPI adalah dosen yang telah memiliki sertifikat insinyur profesional madya (IPM) yang masih berlaku dan mendapat surat penugasan dari lembaga terkait yaitu persatuan insinyur Indonesia (PII) atau PT terkait atau industri.

“Pelaksanaan PS PPI mulai berjalan Agustus 2016,” kata Rektor UMI Makassar, Prof Masrurah Mokhtar melalui rilis yang diterima tribuntimur.com Rabu (13/4/2016).

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar, HM Mokhtar Noerjaya, wakil rektor satu, Prof Syahnur Said, Dekan FTI-UMI Makassar, Zakir Sabara HW, MT, IPM, Wakil Dekan I FTI-UMI Makassar, Andi Pawennari, MT., IPM dan Taufik Nur, MT., IPM, Sekretaris PII Makassar. (Tribun Timur)

Tags

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: