ADPK
5

___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

6

Pentaloka (Penataran dan Lokakarya) dengan Tema "Aktualisasi Pancasila sebagai Benteng Radikalisasi.
Hari : Rabu
Tanggal : 25 Januari 2017
Jam : 09.00 - 16.00 WIB
Tempat : STKIP Kusuma Negara
Jl. Raya Bogor Km.24 Cijantung, Jakarta Timur

Tak ada acara mendatang

9
Desember 2017
S S R K J S M
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Daftarkan email disini agar anda ternotifikasi bila ada informasi dan kabar berita terbaru dari https://adpk.wordpress.com

Bergabunglah dengan 19 pengikut lainnya

O B R O L A N

dp-bbm-bergerak-bendera-merah-putihSELALA

Iklan

Wahidin Minta ADPK Dorong Pancasila Lebih Implementatif

pancasila-_140506171551-280

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN – Diskursus tentang ideologi bangsa, Pancasila, dalam dua tahun terakhir menjadi topik utama, baik di pemerintahan maupun masyarakat. Hal ini tak terlepas dari situasi nasional yang cenderung gaduh. Dalam upaya memperkuat kembali pemahaman rakyat, khususnya generasi muda terhadap Pancasila, Asosiasi Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan (ADPK) bekerja sama Universitas Pamulang, Banten, menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Mempertahankan Nasionalisme dan Patriotisme bagi Generasi Muda”.

dalam Menghadapi Tantangan Generasi Milenial”, dengan narasumber Guru Besar UGM, Prof. Dr. Kaelan dan Kol.(Purn) Djunaedi.

Wahidin dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadiran ADPK sangat penting dalam membantu pemerintah menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila ke masyarakat. Lebih jauh, mantan Wali Kota Tangerang itu menggarisbawahi bahwa ADPK perlu mendorong kuat agar pemaknaan nilai Pancasila tidak boleh hanya berhenti pada nilai instrumental atau filsafat, melainkan lebih penting adalah dalam implementasi.

“Sejak dulu fokus saya tak lain mewujudkan pembangunan pendidikan yang merata dan berkualitas. Karena hanya dengan pendidikan yang baik kita bisa meningkatkan daya saing. Dan membangun pendidikan merupakan salah satu implementasi nilai Pancasila”, ujarnya.

Sementara Prof Kaelan menegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa telah diakui dunia. Hal itu dapat dilihat dari kamus internasional yang menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara. “Yang lebih utama lagi, Pancasila telah dikenal dunia sebagai ideologi yang khas dan memiliki basis moral. Pada Sila Pertama, basis moralnya adalah relijiusitas. Sila Kedua, basis  moralnya kemanusiaan. Sila Ketiga, basis moralnya nasionalisme, dan seterusnya,” Ulas Prof Kaelan.

Ini semua, tambahnya, tidak akan terwujud tanpa peran founding fathers yang berjiwa kreatif. Misalnya peran HOS Tjokroaminoto yang meletakkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dalam kenegaraan kita. Tjokro mengambil semangat kebhinekaan itu dari Alquran, sebagaimana tertulis dalam Surat Al-Hujarat Ayat 13. Di sana ditekankan bahwa manusia dari awal diciptakan memang berbeda-beda, sehingga sebagai bangsa yang baru merdeka, Indonesia harus menempatkan perbedaan ini sebagai modal pembangunan, bukan sebaliknya sebagai faktor pemisah dan konflik.

Perihal kekhawatiran menurunnya pemahaman generasi milenial terhadap nilai-nilai Pancasila, Prof. Kaelan melihat hal itu sebagai dampak dari globalisasi. Oleh karenanya sosialisasi Pancasila tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Melainkan harus menggunakan cara-cara kreatif dan memanfaatkan kemajuan teknologi IT. Dengan begitu anak-anak muda akan melihat Pancasila sebagai sesuatu yang dekat dengan mereka, dan pada akhirnya mereka mengalami internalisasi nilai-nilai Pancasila secara natural.

ADPK sendiri, sebagaimana disampaikan Ketua ADPK Pusat, Letkol Cpm (pur) Dra H Sudarillah, merupakan organisasi masyarakat yang berbadan hukum, yang mewadahi para dosen Pancasila dan Kewarganegaraan. “ADPK bertekad untuk ikut serta berjuang, bersinergi dengan semua kekuatan sosial lainnya, khususnya di kalangan civitas akademika, khususnya meningkatkan mutu pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai salah satu mata kuliah umum wajib,” ujar Sudarillah.

 

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/17/10/20/oy432q365-wahidin-minta-adpk-dorong-pancasila-lebih-implementatif

Red: Angga Indrawan

ADPK bersama Prof. Kaelan pada acara Aliansi Kebangsaan di JCC Jakarta

IMG-20171007-WA0008

laporan kegiatan bersama KPK dengan ADPK tentang “Pengintegrasian Materi Korupsi dalam makul Pancasila dan Kewarganegaraan

Selengkapnya : Laporan kerjasama dengan KPK

Materi Pancasila Dalam Perbuatan Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila Untuk Mahasiswa Se- Indonesia

Screenshot_2017-08-18-21-48-55-165Silahkan download :  Materi-Penyegaran

Pertemuan ADPK dengan Ibu Dira dan Tim Pendidikan & Pelayanan Masyarakat KPK dalam Rangka Penyusunan Pedoman Anti Korupsi

IMG_20170818_182051

IMG_20170818_182046

Bahan Ajar Mata Kuliah Wajib Umum

adpk anyar

Tokoh Agama Mesti Aktif dalam Penguatan Pancasila

ADPK Anyar1

Deklarasi Akademia Pancasila di Gedung Bimasena Darmawangsa Kebayoran

Materi Akademia Pancasila

Silahkan Download :  Materi LPPKB

Sambutan Jendral Purn. Try Sutrisno dan Prof. Dr. Soebroto

TRI SUTRISNO

2

Penjelasan Bpk. Soeprapto Ketua LPPKB

3

Pendaftaran Beasiswa PKPI / Sandwich Like Tahun 2017

Logo_KemenristekdiktiIra Wurinanda 04 Juli 2017

Untuk menghasilkan publikasi internasional pada jurnal bereputasi, Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti kembali menawarkan Program Beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) / Sandwich-like Tahun 2017 bagi mahasiswa S-3 di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada Sekolah  atau Program Pascasarjana Perguruan Tinggi penyelenggara BPP-DN.

Informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa ini, dapat diunduh pada tautan di bawah ini :

Tawaran Beasiswa PKPI 2017

Panduan PKPI 2017

FORM-EIP 2017